WRK SMAN 5 Payakumbuh Boarding School Sukses Gelar Wirid Remaja dengan Tema Manusia Seutuhnya vs Manusia Selanjutnya
Payakumbuh – Dalam upaya membentuk karakter dan mentalitas pelajar yang unggul, SMAN 5 Payakumbuh Boarding School menyelenggarakan Wirid Remaja Kolaborasi (WRK) pada Sabtu, 15 November 2025. Acara yang berlangsung di Mesjid Ubudiyah, Balai Panjang ini menghadirkan atmosfer keilmuan dan spiritual yang sangat menggugah bagi para peserta.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.20 WIB ini dihadiri oleh para siswa dengan penuh antusias. Turut hadir memberikan motivasi dan arahan, Bapak Drs. H. Erwin Satria, M. Pd., selaku Kepala Sekolah, yang mendukung penuh agenda positif ini.
Acara puncak menghadirkan penceramah yang kompeten di bidangnya, yakni Ustadz Yondris, S.Pd.I, yang juga merupakan Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMK Kota Payakumbuh. Beliau menyampaikan tausiyah dengan tema yang sangat relevan bagi remaja masa kini: “Manusia Seutuhnya vs Manusia Selanjutnya”.
Dalam pemaparannya, Ustadz Yondris mengawali dengan mengutip firman Allah SWT yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Ayat ini menegaskan bahwa kunci perubahan ada di tangan kita sendiri.
Beliau menekankan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna. Kesempurnaan ini harus diisi dengan ilmu dan amal untuk menjadi manusia yang visioner, bukan sekadar bercita-cita. Sebagai pedoman, Ustadz Yondris mengajak para siswa merenungkan Surat Al-‘Alaq ayat 1-5, yang menjadi fondasi bagi lahirnya pribadi-pribadi pembelajar sejati.
“Iqra’! Bacalah! Ini adalah perintah pertama dari Allah SWT. Inilah yang harus menjadi pegangan kita,” seru Ustadz Yondris dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, beliau memaparkan tiga syarat fundamental untuk menjadi manusia yang berilmu dan visioner:
- Membaca dengan Hati yang Kosong dan Keyakinan yang Penuh.
Seorang penuntut ilmu harus bagaikan gelas kosong, siap diisi dengan pengetahuan baru. Membaca, dalam konteks ini, tidak hanya terpaku pada buku pelajaran, tetapi lebih luas lagi kepada Al-Qur’an dan segala literasi yang bermanfaat. Dengan meyakini bahwa kita adalah makhluk yang haus ilmu, maka proses belajar akan terasa lebih bermakna. - Mencatat dan Mendokumentasikan Ilmu.
“Alladzii ‘allama bil qalam” – Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan pena. Setelah membaca, langkah selanjutnya adalah memegang pena. Ilmu yang didengar atau dibaca harus segera dicatat dan dirangkum. Tindakan menulis ini akan menguatkan memori dan pemahaman, sehingga ilmu tidak mudah menguap. - Mendapatkan Kemudahan dari Allah SWT.
“‘Allamal insaana maa lam ya’lam” – Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ustadz Yondris menegaskan bahwa bagi siapa saja yang telah sungguh-sungguh melalui dua langkah sebelumnya, maka Allah SWT akan membukakan pintu-pintu ilmu dan pemahaman yang baru. Inilah karunia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
Di akhir sesi, Ustadz Yondris mengajak seluruh peserta untuk bercita-cita lebih tinggi. “Jangan hanya berhenti pada ‘Saya ingin menjadi guru’. Tetapi, majulah menjadi seorang visioner dengan berkata, ‘Saya ingin memiliki tanah ber hektar hektar’.” Visi yang lebih besar inilah yang akan mendorong lahirnya motivasi dan semngat juang kedepannya.
Acara ditutup dengan doa . Diharapkan, melalui Wirid Remaja Kolaborasi ini, para siswa SMAN 5 Payakumbuh Boarding School tidak hanya menjadi pelajar yang cerdas secara akademis, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi muslim yang visioner, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan untuk masa depan yang lebih baik.
