Monev Pilot Projek SRA 2026: SMAN 5 Payakumbuh Boarding School Terus Berkomitmen Ciptakan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Perundungan

PAYAKUMBUH – SMAN 5 Payakumbuh Boarding School resmi menjadi tuan rumah pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pilot Projek Sekolah Ramah Anak (SRA) pada Kamis, 07 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula sekolah ini dihadiri oleh tim gabungan dari Biro Kesra Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat, serta didampingi oleh tim Cabang Dinas Wilayah IV Provinsi Sumatera Barat.

Acara ini melibatkan jajaran pimpinan sekolah, Kepala Sekolah, serta para Guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai ujung tombak pelaksana program SRA di lingkungan asrama dan sekolah. Monev ini bertujuan untuk meninjau sejauh mana implementasi program Sekolah Ramah Anak yang telah dijalankan oleh SMAN 5 Payakumbuh sebagai salah satu Pilot Projek. Komitmen dalam Kurikulum dan Pengembangan SDMBerdasarkan dokumen kurikulum sekolah, SMAN 5 Payakumbuh telah mengintegrasikan materi anti-perundungan dan perlindungan anak ke dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP). Pihak sekolah menetapkan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman guna mendukung pembiasaan hidup sehat bagi seluruh warga sekolah. Dalam hal pengembangan SDM, sekolah telah menjalankan program pelatihan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan.

Hal ini diperkuat dengan pelatihan berkelanjutan seperti: Penyuluhan dan simulasi kegiatan pembiasaan budaya positif. Pelatihan mengenai program anti-perundungan dan anti-kekerasan seksual yang dilaksanakan secara berkala. Peningkatan keterampilan guru dalam memberikan respons yang cepat dan efektif terhadap kasus kekerasan di sekolah. Pelaksanaan Rencana Aksi dan Penanganan Kasus Dalam pemaparannya, pihak sekolah menunjukkan bukti konkret pelaksanaan rencana aksi yang mencakup sosialisasi program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sesuai dengan Permendiksasmen No 6 Tahun 2026 kepada siswa, guru, dan orang tua.

SMAN 5 Payakumbuh juga menerapkan sistem pelaporan yang transparan dan tindak lanjut penanganan kasus yang melibatkan kolaborasi antara Guru BK, pihak sekolah, dan orang tua murid melalui layanan bimbingan konseling yang intensif. Selain itu, sebagai sekolah berbasis boarding school, pemantauan dilakukan secara menyeluruh mencakup aspek kesehatan mental dan fisik siswa, edukasi bahaya rokok, NAPZA, hingga pencegahan perundungan di lingkungan asrama.

Tim Monev mengapresiasi langkah inovatif sekolah yang telah memanfaatkan teknologi dan literasi digital dalam mendukung pembelajaran yang relevan tanpa mengesampingkan pembinaan iman dan takwa. Kegiatan ini ditutup dengan diskusi mengenai penguatan layanan dukungan emosional dan sosial bagi murid yang memerlukan pendampingan khusus, guna memastikan SMAN 5 Payakumbuh tetap menjadi ekosistem pendidikan yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *